Kebanyakan pembeli apartemen adalah mereka yang memang sudah memiliki kepastian gaji dan memang memiliki kepentingan untuk lebih dekat dengan tempat berprofesi. Anggapan Perumahan, sebagai milenial sekaligus pemilik usaha berkategori informal, untuk membeli Hunian ketika ini dengan pendapatan yang pas-pasan, masih terbilang susah.

Apalagi, dengan gaji yang masih di batas upah minimum regional di Jakarta, Bimo mengatakan bahwa dirinya masih kesusahan mencari-cari hunian untuk dibeli. Di samping harganya yang tak lagi masuk nalar, kesusahan dalam membeli Tempat Tinggal juga dikarenakan Rumah Tapak Masih Opsi Utama Pembelian Tempat Tinggal

Kebanyakan pembeli apartemen yaitu mereka yang memang telah mempunyai kepastian upah dan memang mempunyai kepentingan untuk lebih dekat dengan tempat bekerja.Menurut, sebagai milenial sekalian Owner berkategori informal, untuk membeli Rumah dikala ini dengan penghasilan yang pas-pasan, masih terbilang susah.

Apalagi, dengan pendapatan yang masih di batas upah minimum regional di Jakarta, Bimo mengatakan bahwa dirinya masih kesulitan mencari-cari hunian untuk dibeli. Di samping harganya yang tidak lagi masuk logika, kesulitan dalam membeli Rumah juga dikarenakan persyaratan-persyaratan untuk menjalankan akad kredit pemilikan Rumah yang memang dianggap masih ribet. Perumahan Cibubur

Meski Telah Banyak Kemudahan Dikasih Bank KPR Khusus Milenial

“Ibaratnya kita kan KPR supaya dapat melakukan pembiayaan, namun seandainya berharap ajukan kredit pun wajib punya duit dahulu, enggak sinkron kan?” katanya, Pekan (24/11). Meski telah banyak kemudahan yang dikasih bank dan juga pemerintah mulai dari KPR khusus milenial, kemudahan loan to value (LTV), atau skema pembiayaan dari pengembang serta berjenis-jenis promonya, nyatanya sebagai milenial, Bimo merasa syarat yang patut dihadapi, khususnya untuk KPR subsidi masih rumit.

“Mendingan ngontrak dulu sih, seenggaknya keluar dulu deh dari Hunian orang tua atau mertua nanti, tinggal bayar bulanan. Lebih menguntungkan juga buat yang punya Hunian kontrakannya, kan? Nanti sekiranya udah punya penghasilan pasti dan banyak, baru deh beli Rumah,” ujarnya.

Bimo menceritakan bahwa sewa dianggap lebih gampang, lantaran tinggal membuat perjanjian saja dengan pemilik Hunian yang dikontrakkan, pembayaran lebih mudah, bisa berpatungan dengan pasangan, dan dievaluasinya masih layak dengan pendapatan orang-orang yang baru memulai karier. Apabila telah mampu membeli Hunian kelak, kata Bimo, preferensinya tetaplah terhadap Tempat Tinggal tapak. Menurutnya, membeli atau menyewa apartemen seperti tak ada bentuknya, belum lagi ada tarif selain tarif sewa seperti iuran pemeliharaan lingkungan yang membuat pengeluaran pun jadi bertambah.

Rumah Tapak Tetap Paling Tinggi Peminat

Hal ini searah dengan yang diberi tahu Country Manager Tempat Tinggal Maria Herawati Manik yang mengatakan bahwa Tempat Tinggal tapak masih menjadi alternatif paling banyak dari para konsumen pembeli Hunian. “Memang ada kenaikan dari sisi pembelian apartemen atau sewa, melainkan Hunian tapak tetap paling tinggi peminatnya. Ingin ukurannya kecil juga konsisten banyak peminatnya,” ungkapnya terhadap Bisnis, beberapa waktu lalu.

Maria mengatakan bahwa kebanyakan pembeli apartemen merupakan mereka yang memang telah mempunyai kepastian upah dan memang mempunyai kepentingan untuk lebih dekat dengan tempatnya bekerja. Adapun, apabila mempunyai uang lebih, mereka juga pasti akan tetap membeli Hunian tapak di wilayah pinggiran.

“Bisa jadi memang sama mereka para milenial, [apartemen] diaplikasikan untuk investasi juga, namun ditempati juga. Jadi, seandainya pengembang mau bikin apartemen ya, dari segi lokasi semestinya strategis, berdasarkan aku. Seandainya jauh ya, mesti tabah-tabah jualannya,” kata Maria.prasyarat-syarat untuk melaksanakan akad kredit pemilikan Tempat Tinggal yang memang dianggap masih ribet.

“Ibaratnya kita kan KPR supaya dapat mengerjakan pembiayaan, melainkan kalau ingin ajukan kredit malahan mesti punya duit dulu, enggak sinkron kan?” katanya, Pekan (24/11). Walaupun sudah banyak kemudahan yang dikasih bank dan juga pemerintah mulai dari KPR khusus milenial, kemudahan loan to value (LTV), atau skema pembiayaan dari pengembang serta pelbagai promonya, riilnya sebagai milenial, Bimo merasa persyaratan yang seharusnya dihadapi, terlebih untuk KPR subsidi masih rumit.

“Mendingan ngontrak dahulu sih, seenggaknya keluar dulu deh dari Tempat Tinggal orang tua atau mertua nanti, tinggal bayar bulanan. Lebih menguntungkan juga buat yang punya Hunian kontrakannya, kan? Nanti jikalau udah punya upah pasti dan banyak, baru deh beli Rumah,” ujarnya. Bimo menyebutkan bahwa sewa dianggap lebih gampang, lantaran tinggal membikin perjanjian saja dengan pemilik Hunian yang dikontrakkan, pembayaran lebih mudah, bisa berpatungan dengan pasangan, dan dievaluasinya masih sesuai dengan upah orang-orang yang baru mengawali karier.

Seandainya sudah mampu membeli Tempat Tinggal kelak, kata Bimo, preferensinya tetaplah kepada Tempat Tinggal tapak. Menurutnya, membeli atau menyewa apartemen seperti tak ada formatnya, belum lagi ada biaya selain biaya sewa seperti iuran pemeliharaan lingkungan yang membuat pengeluaran malah jadi bertambah.

Rumah Tapak Tetap Paling Tinggi Peminat

Hal ini searah dengan yang diberi tahu Country Manager Tempat Tinggal Maria Herawati Manik yang mengatakan bahwa Hunian tapak masih menjadi opsi paling banyak dari para konsumen pembeli Hunian. “Memang ada kenaikan dari sisi pembelian apartemen atau sewa, tapi Hunian tapak konsisten paling tinggi peminatnya. Mau ukurannya kecil juga tetap banyak peminatnya,” ungkapnya terhadap Bisnis, beberapa waktu lalu.

Maria mengatakan bahwa kebanyakan pembeli apartemen ialah mereka yang memang telah memiliki kepastian penghasilan dan memang mempunyai kepentingan untuk lebih dekat dengan tempatnya bekerja. Adapun, jikalau memiliki uang lebih, mereka juga pasti akan konsisten membeli Tempat Tinggal tapak di kawasan pinggiran.

“Dapat jadi memang sama mereka para milenial, [apartemen] digunakan untuk investasi juga, tetapi ditempati juga. Jadi, sekiranya pengembang berharap bikin apartemen ya, dari segi lokasi seharusnya strategis, menurut aku. Seandainya jauh ya, semestinya sabar-sabar jualannya,” kata Maria.

Kavling Dijual Di Citra Gran Cibubur,Lagoon Residence Citra Gran Cibubur,Lokasi Perumahan Citra Gran Cibubur,Marketing Citra Gran Cibubur,Marketing Office Citra Gran Cibubur.